Author: Jovie Dhy
•Wednesday, October 16, 2013

Seperti saat hamil Rakia 2tahun lalu, saat hamil di ketiak merasa gatal, kemudian di dalam ketiak terasa ada benjolan, diriku menunggu sampai hamil besar benjolan tersebut makin besar. Jadi saya pikir, ini bawaan dari baby. Then, pas Rakia lahir benjolan tersebut hilang dengan sendirinya.. Nah Alhamdulillah diriku sekarang sedang hamil lagi, sesuai dengan doa-doa kami (suami dan aku) untuk memberikan adik buat Rakia supaya Rakia tidak kesepian, karena tiap main ke tempat orang yang punya baby pasti Rakia becandain, nyanyiin dan ngajak ngobrol si baby gak mau pulang-pulang, karena bayi orang takutnya Rakia peganginnya gemes ntar si Ibu gak terima, saya juga takut...hihi. Akhirnya 4bulan lalu diriku test udah ada, Alhamdulillah. Ohya, seperti pas hamil Rakia yang ada benjolan di ketiak, hamil yang sekarang juga sama, kemarin pas masih 2-3 bulan ketiak terasa gatal kemudian sekarang sudah mulai ada benjolan kecil, karena sama dengan pas hamil Rakia jadi saya gak begitu khawatir.

Hamil yang sekarang dengan waktu hamil Rakia beda, apa yang saya pengen makan beda banget dengan pas hamil Rakia. Saat hamil Rakia pengennya makan semangka terus-terusan, yang segar, manis dan banyak airnya...tiap hari beli semangka, jeruk, apel, yoghurt, Lihat coklat rasanya enek, trus gak begitu suka pedes/kecut, malah kadang pengen pare rebus dimakan ama sambel mentah..Sedangkan hamil yang sekarang, pengennya buah yang kecut-kecut dan pedes terus, makan kalau gak pedes gak enak, tetap nyari pedes, bahkan kadang udah nyambel masih aja sedia cabai rawit jadi sambil makan cabai rawit atau cabai warna putih. Hamil yang sekarang gak bisa tidur, kalau pas hamil Rakia gampang sekali kalau pengen tidur..Kalau hamil yang sekarang sering sekali migrain, perut kembung, masuk angin..itu2 terus. Cuma untuk masalah risih tetap sama, pengennya semua beres dan gak berantakan, rasanya pengen marah kalau lihat kamar berantakan dan gak bersih. Kalau dulu pas hamil Rakia saya jarang di rumah, jadi ngepel pagi, masak pagi sebelum berangkat kerja pulangnya sore kebetulan posisi dapur ada di luar jadi kamar selalu bersih. Sedangkan hamil yang sekarang, sambil jagain Rakia yang sedang aktif-aktifnya jadi harus beres-beres kamar terus, ngepel berkali-kali, cuci piring+baju terus kadang 2x sehari, pas waktu tidur siang kalau belum bener-bener bersih+beres semua gak bisa tidur, malamnya Rakia bangun terus malam minta Susu...jadi saya tidur hanya 2-4jam dalam sehari semalam.

Cuma anehnya, kalau pas hamil Rakia dulu maunya masakan rumah, gak suka bakso or mie ayam apalagi masakan warung, duh..enek banget rasanya. jadi mau gak mau saya bawa makan siang dari rumah untuk dibawa ke kantor, kalau hamil yang sekarang kadang pengen banget njajan beli bakso/mie ayam. hiks...ada2 aja yah

[+/-] Selengkapnya...


Photobucket
Links to this post
Author: Jovie Dhy
•Friday, December 28, 2012


Karena baru mempunyai anak pertama, jadi saya masih belum tahu tentang KB apa yang cocok untuk saya. Kakak-kakak saya menyarankan untuk KB suntik karena tidak berresiko dan aman, efeknya cuma tidak Menstruasi dan badan jadi gemuk. Untuk masalah gemuk dan tidak menstruasi bagi saya tidak ada masalah sih, jadi saya pikir OK aja jika KB suntik. Karena untuk KB lain seperti spiral, rasanya serem karena ada kakak saya yang KB spiral tapi tidak cocok dan badan jadi kurus sekali, juga serem....Kemudian jika KB pil, tentu aja harus rajin minum air putih karena saya sudah pernah waktu awal 3 bulan, dan parahnya karena tidak terbiasa minum obat jadinya keseringan lupa minum. So, lebih aman suntik deh...OK dicoba...!

Mulai suntik KB, dengan syarat harus KB pil dulu...dan untuk KB pil dan belum menstruasi maka Sang bidan memberiku obat supaya menstruasi..setelah 3 bulan KB pil, lalu mulai deh KB suntik...aduh tapi kaki rasanya pegalnya minta ampun setelah suntik, pegalnya sampai 3 hari...

Karena KB suntik 3bulanan maka santai deh selama 3 bulan saya tidak suntik, namun efeknya selama menggunakan KB ini disaat flek darah keluar (menstruasi flek), pintu masuk rahim saya terasa gatal luar biasa jadi saya meminum rebusan daun sirih, obat Madura, dll. Dan flek itu keluar selama 14hari..Kemudian setelah tidak keluar flek juga gatal luar biasa, jadi saya harus mengobatinya terus-terusan. Then setelah tidak keluar flek maka tidak gatal lagi. Bulan berikutnya (ssatnya menstruasi) keluar flek lagi juga sama gatalnya luar biasa jadi saya kembali meminum banyak jamu, daun sirih, dll. Bulan ke-tiga pun sama. Selain itu juga keringat rasanya bau dan risih sekali rasanya. Kemudian keluar bintik2 merah di kulit dan terasa gatal juga, kata orang itu adalah darah kotor.

Akhirnya saya berhenti tidak suntik KB sampai sekarang sudah berjalan 4 bulan tidak KB lagi. Dan herannya setelah berhenti suntik tanpa minum Jamu apapun, tanpa diobatin dan tanpa diapa-apakan, saya tidak merasa gatal sedikitpun, keringat kembali segar, badan rasanya segar. Tidak keluar bintik-bintik lagi di kulit, jadi hari-hari seperti biasa. Setelah saya curhat ke orang-orang yang pernah KB, mereka bilang bahwa saya tidak cocok dengan KB suntik. Ya sudahlah tidak KB, jika diberi momongan lagi moga aja saya dan suami diberi rezeki lebih sehingga saya bisa membesarkan anak-anak saya dengan kasih sayang dan rezeki yang melimpah, anak-anak bisa sekolah dan makan juga mendapatkan kasih sayang. Amin

[+/-] Selengkapnya...


Photobucket
Links to this post
Author: Jovie, Blogger Indonesia
•Saturday, December 22, 2012

Seperti yang marak terjadi saat-saat ini, bahwa Bayi bisa hilang sewaktu dalam kandungan apakah itu benar?. Untuk daerah-daerah pedesaan di Indonesia, ataupun di daerah yang mempunyai adat-istiadat+kepercayaan kuat kepada hal-hal ghoib seperti Bali dan Jawa timur, hal ini katanya ada hubungannya dengan Makhluk halus yang menginginkan bayi tsb. Jadi, ada makhluk halus yang mencuri bayi tersebut dari kandungan sang Ibu. Duh, serem amat? Benarkah itu?

Meskipun, gak dipungkiri hal ghaib itu ada di dunia ini dan manusia harus mempercayai hal-hal ghoib, namun harus diakui bahwa kita hidup di dunia nyata bukan di dunia ghoib, jadi saya akan membahas bahwa Bayi hilang dalam kandungan secara Logika aja agar Anda yang sempat membaca tulisan ini tidak tersugesti terlalu dalam dengan hal-hal Ghoib biar gak parno :D.

Oh ya, sebelum menulis lebih lanjut kayaknya perlu membaca posting yang pernah saya tulis mengenai "Pemindahan Janin" yang sebenarnya hanya "Skenario Para Dukun" doank, jadi pemindahan janin dari rahim satu ke rahim lain itu tidak ada. So, bagaimana dengan Janin yang hilang? atau Bayi hilang dalam kandungan sang Ibu? Yuk, kita tilik dari segi kedokteran (karena kemaren smpt nonton WARNA di Trans7), kira-kira seperti dibawah ini :

Janin hilang atau Bayi yang hilang dalam kandungan sang Ibu sebenarnya tidak ada, jadi sebenarnya hal ini adalah 'Kehamilan Palsu" jadi sang Ibu akan mengalami mual, morning sickness, perutnya membesar, dsb layaknya orang hamil tapi jika di USG janin tersebut sebenarnya tidak ada, hal tersebut terjadi karena obsesi dari sang Ibu yang menginginkan kehamilan, maka dia akan mengalami hal-hal layaknya orang hamil. Cuma yang jadi masalah, sebagian besar orang di desa-desa agak takut untuk USG.

So, buat teman-teman yang sedang asyik ngomongin soal Bayi hilang di dalam kandungan karena dicuri makhluk halus, diambil leak (di Bali) atau dibunuh oleh orang yang tidak menyukai sang Ibu hamil (melalui dukun) itu tidak benar. SEjak kehamilan sudah berusia 4 bulan sebaiknya diperiksakan ke dokter/bidan supaya dicek detak jantung si jabang bayi, dan USG setelah 6bulan untuk melihat posisi bayi dan keadaan bayi.

Menurut suami saya (yang bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa, dan tahu hal-hal Ghaib), Suami saya bilang bahwa : Manusia adalah makhluk yang derajatnya lebih tinggi dibanding makhluk lain, Jin (makhluk halus) hanya bisa mengganggu manusia tapi Jin tidak bisa membunuh manusia,

Jadi tidak mungkin kan, jin mencuri bayi di kandungan manusia. Bagaimana menurut anda? Jika setelah baca tulisan saya diatas, Anda masih berkeyakinan bahwa Bayi yang hilang dalam kandungan dicuri makhluk halus...Terserah Anda, saran saya sebaiknya kita yang hidup di dunia nyata pikirkanlah yang nyata, hidup bahagia dengan keluarga, kerja secara normal, dan menyayangi orang-orang sekitar kita secara nyata. Jika, kita banyak tersugesti dengan hal-hal Ghaib maka hidup kita tidak akan tenang. Peace :)

[+/-] Selengkapnya...


Photobucket
Links to this post
Author: JoVie
•Sunday, December 09, 2012

Anak laki-laki, bagi sebagian besar orang sangatlah penting terutama apabila di daerah yang mayoritas beragama Hindu karena anak laki-lakilah penerus adat dan warisan dari orangtua, seperti daerah India, Nepal, serta tempat saya tinggal saat ini yaitu Bali. Teman saya yang berasal dari Nepal adalah anak satu-satunya dari 5 bersaudara dari istri ke-dua ayahnya, Ketika saya tanya : Polygami?, dia bilang : Yah, ayah saya poligami karena dari istri pertama tidak mendapatkan anak laki-laki, dan dari Ibuku istri kedua juga tidak dapat-dapat anak laki-laki sampai akhirnya lahirlah saya sebagai anak ke 10 dari istri kedua ayah serta anak ke 10 dari ayah saya, dan saya bungsu. Kakak pertama tiri saya sudah punya cucu, sedangkan saya masih sangat muda :). Yah, begitulah perjuangan mereka demi mendapatkan anak laki-laki.

Untuk di Bali sendiri, jika semua anak-nya perempuan juga orangtua terlihat bersedih karena penerusnya adalah anak laki-laki, karena perempuan di Bali jika menikah pasti akan dibawa oleh suami dan jadi haknya suami lepas orangtua. Jika di Jawa banyak yang tidak perduli "Mau perempuan mau laki-laki gak masalah" katanya, tapi itu hanya lahir saja, toh jika semua anaknya perempuan pasti pengen punya anak laki-laki, seperti kakak saya yang ke-5 anaknya adalah perempuan, ayahnya tetep berusaha memproduksi lagi katanya kalau udah lahir anak laki-laki sudah deh meskipun cuma satu. Kalau saya sendiri sih emang lebih suka anak laki-laki daripada anak perempuan karena bagi saya anak laki-laki tuh lucu dan aktif, Alhamdulillah anak pertama saya adalah laki-laki, namun setelah lahir anak laki-laki anak ke-2 ntar pengen punya anak perempuan juga. Emang manusia tidak ada cukupnya yah :)

Ohya, dibawah ini saya tidak akan menuliskan tips serius Cara Agar mendapatkan Anak laki-laki melainkan hanya menuliskan Tips plesetan Cara Agar Mendapatkan Anak Laki-laki, , jadi tidak perlu dipraktekkan cara-cara berikut :

* Ada yang bilang, agar anaknya laki-laki, saat si orangtua laki-laki seharusnya memakai kaos kaki sebelum melakukan hubungan intim, supaya punya anak laki-laki. Jika tidak memakai kaos kaki maka anaknya perempuan. Jangan sekali-kali memakai kaus kaki pada sebelah kaki karena dikhawatirkan punya anak bencong =))

* Ada yang bilang, agar punya anak laki-laki, si perempuan saat hamil muda jika menemukan cabe di jalan harus dipungut kemudian diambil dan taruh di leher bagian belakang. Jangan coa-coba mungut cabe yang ngelupas yah ntar lehernya kepanasan karena cabe =))

Cara diatas, Don't Try at Home :)
Photo diatas adalah photo buah hatiku : Rakia MyCute Baby Boy

[+/-] Selengkapnya...


Photobucket
Links to this post
Author: Jovie Dhy
•Tuesday, November 27, 2012

Saya tidak tahu bagaimana awalnya sehingga di desa-desa banyak calon Ibu/seorang Ibu yang sangat manja dan cenderung membebankan tugasnya pada suami/orangtua/mertua atau orang terdekatnya disaat mereka sedang hamil maupun setelah melahirkan. Apakah mungkin pengaruh lingkungan yang memanjakan mereka sehingga menjadi tradisi turun temurun bahwa perempuan hamil tidak boleh begini-begitu harus full rest, kemudian setelah melahirkan hanya berbaring-dipijitin-diladeni, dan lain-lain. Karena hal tersebutlah banyak Ibu yang mempunyai anak pertama yang sampai anaknya besar tidak bisa memandikan bayi, sampai anak kedua pun tidak tahu cara merawat bayi, jadi mereka hanya tahu cara-caranya setelah bayi mereka menginjak 7bulan keatas karena hampir semua tugas dibebankan ke orang terdekat mereka dan si Ibu hanya beristirahat.

Maaf, bukan untuk sombong dan memamerkan diri...Karena dari ketika hamil sampai menginjak 8 bulan lebih (mendekati melahirkan), saya tetap beraktifitas, mengerjakan pekerjaan rumah tangga (ngepel, cuci baju, cuci piring, nyetrika, dan saya juga masih berangkat dan pulang kantor naik sepeda motor) kemudian melahirkan jam 5.45pagi beberapa jam sehabis melahirkan, memang masih ada teman menyuapi makan karena badan saya masih lemas, lalu saya ke lantai 2 (kamar yang sudah kami pesan dan sudah dipersiapkan oleh pihak Rumah Bersalin untuk kami istirahat selama 2hari sebelum diantar pulang), karena badan saya masih berkeringat dan rasanya panas semua juga lemas maka saya istirahat (tertidur) sampai jam 1 siang...setelah jam 1 siang saya merasa tenaga sudah pulih lalu teman yang menemani saya pamit pulang dan mulai saya menjaga bayi saya sendiri karena suami harus mondar mandir urus jamsostek, pulang ke kost, dsb. (suami pasti capek banget). Untuk hari pertama-kedua-ketiga (pagi hari aja) pihak Rumah Bersalin yang menghidangkan makanan untuk saya, dan mereka pula yang memandikan bayi. Har kedua saya mencuci popok-popok bayi dan jemur di jemuran yang tersedia di Rumah Bersalin. Hari ketiga pihak rumah Bersalin mengantar kami pulang dan mulailah saya memasak makanan sendiri, cuci baju bayi, mandikan bayi, dan melakukannya sendiri, kadang suami membantu mencucikan-memasakkan, dll. jika saya repot. Jadi, saya merawat sendiri siang hari dan malam hari kadang suami membantu jika tidak kecapekan sepulang kerja. Karena kami jauh dari orang tua juga mertua.

Kakak saya ketika melihat saya sehabis melahirkan langsung bisa jalan kaki dan terlihat biasa aja terheran-heran, saya bilang ke Ibu via telephone juga terheran-heran, menurut kakak saya karena Perawatan di Bali (obat penguat rahim dan vitamin selama hamil) sangat bagus dan beda ama di Jawa jadi si Ibu sehat bugar dan bisa melakukan semua sendiri, tapi menurut saya tidak begitu karena dalam waktu yang hampir bersamaan (sebelum dan sesudah melahirkan) banyak Ibu melahirkan masih belum bisa berbuat apa-apa (dilarang melakukan sesuatu) jadi yang merawat adalah si Ibu mertua/orangtua. So, saya pikir sebenarnya dimanapun daerahnya baik di Jawa maupun di Bali para dokter memberikan vitamin dan dosis yang sama untuk Ibu hamil, tinggal si Ibu hamil mau beraktifitas atau tidak..kemudian dalam hal bermanja-manja ria kalau menurut saya karena lingkungan..para orangtua-lah yang saking sayang-nya sehingga mereka melarang para Ibu hamil beraktifitas dan meminta mereka beristirahat, setelah melahirkan juga lebih-lebih...para orangtua melarang sang anak untuk beraktifitas jadi semua diladeni.

Saat teman-teman menanyakan perihal "siapa yang rawat saat saya melahirkan" saya menjawab : "saya sendiri dan dibantu suami" , mereka menjawab "tak terbayangkan gimana repotnya, belum lagi sakitnya menahan luka jahitan", dan temen-temen yang berkunjung pasca melahirkan melihat saya mencuci baju dan beraktifitas juga mereka bilang : "harusnya suamimu bangun pagi dan mencuci semua baju bayi, juga baju-bajumu", /kenapa semua harus dibebankan ke suami? toh suami sudah cukup membantu...lalu, temen-temen juga pada cerita sampai anaknya umur 7bulan suaminya lah yang mencucikan baju-bajunya dan baju bayi..saya pikir "terus kamu ngapain?" mereka bilang : istirahat. Duh manjanya...

Padahal, jika para orangtua tidak terlalu memanjakan anaknya sebagai calon Ibu seharusnya calon Ibu tersebut bisa melakukan sendiri semuanya, jadi dibantu seperlunya aja. Tidak perlu memanjakannya. Karena saya lihat di Hongkong dulu, seorang Ibu yang baru melahirkan jam 7 pagi, jam 1 siang dia di rumah sendirian dengan si baby dan melakukan aktifitas Rumah Tangga-nya sendiri meskipun saya lihat badannya masih lemas. Jadi, itu berarti rasa sakit setelah melahirkan bukanlah alasan untuk bermanja-manja. Seharusnya kita mampu belajar mandiri, tidak membebankan/merepotkan orang lain, dan kita juga harus ajarkan ke anak-anak kita kelak. Jadi seperti di Luar negeri, mereka calon Ibu meskipun tidak ada pengalaman merawat bayi..mereka berusaha menjadi Ibu seperti saya...hehe

[+/-] Selengkapnya...


Photobucket
Links to this post
Author: Jovie, Blogger Indonesia
•Monday, May 21, 2012

Seperti yang pernah saya post sebelumnya tentang keluhan saat hamil saya sempat menyebutkan tentang benjolan pada ketiak saat hamil, saat hamil dulu saya merasa ada yang aneh pada ketiak terasa agak geli di ketiak, kalo disentuh pegel dan ada sekitar 3 benjolan besar pada ketiak (dalam) baik kanan maupun kiri.

Karena sebelum hamil dan pas hamil muda saya merasa biasa aja dan hal itu saya alami saat hamil tua doang jadi saya gak begitu panik dan saya menunggu sampai melahirkan. Setelah melahirkan saya teringat akan benjolan tersebut saat mandi saya sentuh sudah mulai mengecil kemudian saya tekan dan pijat pijat sendiri tiap mandi, lama kelamaan benjolan tersebut sudah gak ada lagi. Saya baru teringat mau posting tentang ini malah setelah Rakia-ku sudah hampir 4 bulan sekarang, karena merasa gak ada yang aneh dan semua kembali normal jadi sampai lupa kalau dulu sempat ada benjolan di ketiak :). So, bagi Ibu-Ibu yang mengalami hal ini selama kehamilan kayaknya gak perlu panik deh.

[+/-] Selengkapnya...


Photobucket
Links to this post
Author: Jovie Dhy
•Thursday, December 08, 2011

Kram saat hamilTernyata Kram saat hamil gak cuma melanda saya aja yang sedang hamil, tapi melanda banyak Ibu hamil, pas saya tanya ke beberapa Ibu-Ibu yang saya temui baik di sekitar Kost, warung sembako, pasar maupun warung makan serta tanya ke Ibu mertua, Ibu, kakak-kakak dan keponakan yang sudah pernah hamil dan melahirkan...Mereka info juga bahwa mereka juga sering mengalami kram saat malam ketika tidur, ada juga sih yang gak mengalami kram tapi farises di kaki. Menurut beberapa Ibu-Ibu sih, itu disebabkan karena kecapekan..jadi usahakan jangan terlalu capek, banyakin istirahat...kalau tidur kaki dilurusin dan ditaruh di tempat yang lebih tinggi. Namun, saya baca di beberapa website..justru kaki supaya ditekuk dan taruh di tempat yang lebih tinggi untuk menghindari farises.

Kemudian saya googling Kenapa Kram saat hamil? beberapa blog dan web mengatakan seperti kata-kata Ibu-Ibu diatas yaitu supaya jangan terlalu capek dan banyak istirahat, Kemudian saya mencari cara mengatasi kram saat hamil, katanya sih...
  • harus perbaiki pertahanan tubuh dengan asupan vitamin dan makanan yang bergizi..*Ya Ampuun, saya kan tiap periksa ke dokter pasti dikasih vitamin dan penguat rahim, tapi jarang banget saya minum...setelah baca hal tersebut..saya rajin minum deh..dan Alhamdulillah emang mengurangi kram yang saya derita*
  • Lalu, kompres dengan air panas kaki yang sering kram sebelum beranjak tidur...Dan saya melakukan tips tersebut, Alhamdulillah memang berkurang sakitnya..Karena biasanya saat kram, pagi2 setelah bangun tidur rasanya nyeri sekali dan hampir gak bisa jalan...jadi harus menunggu, dan duduk beberapa menit dulu
  • Kemudian, hal lain yang saya baca dari internet adalah : Mengurangi aktifitas sex..Kalau hal ini sih tanpa dibilangin pasti mengurangi, toh suami juga pasti kasihan lihat istri hamil besar dan agak kesusahan tidurnya karena gendut..jd kalo mau miring harus diganjal bantal, kasihan juga ama calon anaknya takut kepencet (katanya hehe)
so, buat sister yang mengalami kram, mungkin cara diatas bisa dicoba, yaitu makanan bergizi dan vitamin, then compress dengan air panas atau rendam kaki dengan air panas sebelum tidur. Met mencoba, moga baby lahir dalam keadaan sehat wal Afiat, Ibunya juga... Amin

[+/-] Selengkapnya...


Photobucket
Links to this post