Author: Jovie Dhy
•Wednesday, March 18, 2015
Banyak yang bertanya-tanya tentang ABACA flashcard melalui BBM dan whatsapp..Agar ABACA Flashcard diketahui oleh banyak orang (gak cuma teman-teman di BBM/whatsapp) jadi tidak ada salahnya jika saya tuliskan disini. Ok langsung aja ya Bunda/Sister and Agan2 pengunjung blog ini...

ABACA Flashcard adalah media edukatif belajar membaca, bahasa Inggris, dan mengaji yang dilengkapi game seru, untuk Balita maupun untuk umur 6-7th. Dengan belajar ABACA jangan heran jika putra putri Anda akan ketagihan belajar, pengen main terus, tanpa tekanan dan paksaan mereka juga jadi pintar membaca, bertambah kosakatanya dan berlatih berhitung.

Gak sedikit para Bunda yg kesusahan saat mengajari si buah hati untuk belajar, dan setelah dipertemukan dengan ABACA, wow....perkembangan luar biasa...jadi setelah dicobakan seri 1, maka anak-anak gak sabar untuk belajar seri 2, dan seri 3...

Founder ABACA flashcard adalah Diena Ulfaty, ide untuk membuat ABACA adalah seperti dibawah ini yang saya kutip dari www.abaca-flashcard.com sbb :

Ide membuat game Panen Es Krim dan kartu suku kata berawal dari uji coba Diena Ulfaty, produsen ABACA yang menemukan metode membaca pada ABACA Flash Card terhadap putrinya, Zakiyah (Kia 3,7 tahun). Ide ini muncul ketika Diena hampir putus asa mencarikan media belajar yang tepat untuk anaknya. Awalnya dia merasa malas untuk membuat media belajar sendiri, karena di toko jumlahnya sudah banyak. Namun setiap kali membeli, Diena selalu gagal menemukan metode yang sistematis. Kebanyakan flash card yang ada di toko buku merupakan kumpulan kosakata, suku kata, huruf dan gambar tanpa pengarahan yang jelas. Memang dari sisi fisik kartu tersebut terlihat bagus, begitu pun ilustrasi di dalamnya. Tapi apalah arti semua itu jika dalam pembuatannya tanpa didukung oleh riset dan terkesan “asal-asalan”. Bahkan Diena amat kecewa ketika menemukan sebuah produk yang di dalam pembuatannya melibatkan psikolog anak, tapi buntutnya, metode yang diajarkan jauh dari sistematis. Tidak ada pola yang jelas. Bahkan anak-anak malah menjadi bingung dan rancu memahami simbol sehingga memberi kesan bahwa produk tersebut sengaja mencantumkan nama psikolog anak agar laku keras. Diena sudah mencoba segala media, mulai dari buku, Flash Card, hingga CD, namun semuanya tidak memberikan hasil yang memuaskan.


Ratusan ribu uang telah dikeluarkan, namun Zakiyah tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Akhirnya muncul ide membuat kartu sendiri. Ide game panen es krim muncul karena Kia sangat suka es krim, jadi agar belajar makin seru maka dia menciptakan game panen es krim pada ABACA Flash Card seri 1. Suku katanya pun diklasifikasikan di dalam beberapa box, agar anak tidak rancu terhadap suku kata seperti “ba” dan “da”, “pa” dan “qa”, serta “ma” dan “wa”.

Tak disangka dengan Flash Card buatannya itu, Kia mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hanya dibutuhkan waktu KURANG dari 30 menit agar Kia hafal seluruh suku kata akhiran “a”. Tak hanya itu, Flash Card tersebut juga mempererat hubungan Diena dengan putrinya, karena Kia jadi kecanduan game Panen Es Kri dan selalu mengajak Umminya bermain ABACA.


Mendapat Pesanan dari Teman FaceBook

Selain mengajar, Diena juga hobi menulis. Itulah yang membuatnya tertarik bergabung dalam grup Ibu-Ibu Doyan Nulis di sebuah situs jejaring sosial (Facebook) pimpinan Indari Mastuti. Di grup IIDN, Diena mengikuti berbagai antologi yang diselenggarakan oleh grup tersebut. Tak heran jika kemudian buku antologi yang diterbitkan melalui grup tersebut makin banyak, saat ini telah ada sekitar 10 buku antologi yg ditulis Diena dan 1 buku solo. Rupanya, hobi menulis dan aktif mengikuti berbagai antologi memberinya peluang menjadi pengusaha di bidang edukasi. Bagaimana tidak? Tulisan Diena bertema Amazing Mom yang dipublikasikan di dokumen grup mendapat respon positif dari anggota grup. Di dalam tulisan tersebut Diena menceritakan sedikit tentang keberhasilan Kia dalam belajar membaca melalui flash card yang dibuatnya, Diena juga menyebut-nyebut game panen es krim dalam artikelnya itu. Akhirnya tanpa disangka-sangka seorang pembaca yang sekaligus penulis, tertarik dengan flash card buatan Diena dan memesan 1 paket. Awalnya Diena ragu untuk menerima pesanan karena dia tidak berniat untuk menjual kartu. Tapi permintaan pasar yang cukup besar membuatnya bertekad menerbitkan ABACA Flashcard dan menjualnya secara online.



ABACA Best Seller

Mungkin orang yang pertama kali yang harus diberi penghargaan adalah mba Indri Noor. Dialah pemesan pertama kartu ABACA, lalu diikuti oleh mba Harlis Setyowati, dll. Dalam sebulan Diena berhasil menjual ABACA Flash Card sebanyak 50 paket secara retail.


Ternyata penjualan ABACA Flash Card tidak menurun bahkan naik secara signifikan. Bulan kedua, angka penjualan ABACA Flash Card naik 2 x lipatnya (terjual 100 paket dalam sebulan). Lalu bulan berikutnya angka penjualan ABACA meroket hingga mencapai 10 x lipatnya. Bahkan, pada bulan September ABACA terjual lebih dari 500 paket sebulan, dan pada bulan Oktober angka ini melonjak tajam, ABACA Flash Card terjual 500 paket dalam 10 HARI. Pada November ABACA Flash Card yang terjual telah mencapai 2000 paket.

Saat ini ABACA Flash Card telah tersebar di seluruh Indonesia, dan ada agen-agen Abaca di seluruh daerah di Indonesia seperti saya : AGeN Resmi ABACA yang siap melesat untuk memasarkan ABACA...karena selain banyak keuntungan yang didapat juga banyak belajar dari ABACA dari mulai marketing, iklsn, cara menjual, dan teknik khusus...selain produknya yang sangay bagus, banyak motivator ABACA yg siap membimbing....juga yang paling menarik adalah :

HANYA TERBATAS SATU AGEN DALAM SATU KECAMATAN...

Jika Anda tertarik menjadi Agen, bisa hubungi saya via whatsapp : 08122 9922 082/email : admin@joviedhy.com

Related Posts by Categories




Photobucket
This entry was posted on Wednesday, March 18, 2015 and is filed under , , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Post a Comment