Author: Jovie Dhy
•Friday, December 28, 2012
Hal ini terjadi saat malam natal, yaitu 24 Des 2012 malam. Tidak tahu kenapa si penipu memang sangat cerdas selalu mengambil saat yang tepat yaitu pas tanggal merah or pas sore hari (jumat sore, karena Sabtu minggu Bank tutup) agar si pihak tertipu tidak mungkin melaporkan kejadian yang terjadi ke pihak Bank, polisi, dsb. jadi harus menunggu jam kerja. Dan, jika uang sudah tertransfer maka mereka pasti akan mengambil uang tersebut sesegera mungkin, jadi mengosongkan rekening yang dia kasih ke pelanggan yang tertipu. Ohya sebelum membaca lebih lanjut lebih baik lihat post saya tentang Penipu di sekitar kita karena kebetulan saya sudah pernah tertipu.

Dengan judul diatas, Mungkin Anda penasaran dengan apa yang saya alami, semoga dengan saya menuliskan kejadian dibawah ini bisa menjadi pelajaran buat para pembaca semua agar Tidak sampai tertipu, Amin. Yoo langsung aja :

Seseorang menelpon saya dengan kata-kata yang cukup singkat, jadi saya tidak "Ngeh" dengan pemilik suara, dia mengaku dari pihak kepolisian dan sedang mengadakan lelang barang-barang elektronik, ketika saya tanya : "Anda siapa ya Pak?", dia bilang : "Polisi yang kamu kenal siapa? masa lupa sama saya?, saya jadi teringat suami ex-Boss yang bernama Untung, maka saya jawab : "Pak Untung?? kok nomornya beda?" setahu saya nomor Pak Untung 12 digits tapi yang menelpon saya 10 digits 0819884404, dia ketawa dan jawab : haha, betul saya Pak Untung, nomor saya ganti yang ini sekarang, saya ingin menginformasikan sama Jovie bahwa ada lelang nih di kantor, saya sms aja yah barang-barang apa aja yang dilelang, ok?" Kemudian dia tutup telpon dan saya menerima SMS lumayan banyak, mulai dari Harga motor Jupiter MX, Honda Beat, Supra-X keluaran 2011 dengan harga 6juta, iPhone 5 dengan harga 3juta, BB bold 1,5 juta, TV LCD 32" 1,5 juta, dan lain-lain yang emang harganya murah banget.

Setelah dia mengirim SMS maka menelpon saya dan bilang : "nanti jika ingin membeli barang2 tersebut, hubungi saya yah...?"

Karena dia menelpon no Hp XL saya yang emang tidak saya publish, hanya keluarga dan Boss yang tahu, jadi saya percaya bahwa dia adalah Pak Untung dan saya juga percaya bahwa emang sedang ada lelang di Kepolisian kemungkinan besar habis menjarah barang-barang tanpa izin kemudian dijual oleh polisi. Selain itu Pak Untung juga memakai nomor cantik selama ini meskipun 12 digits, karena si penelpon dengan nomor 0819884404 juga sama nomornya lumayan cantik jadi saya tetap yakin bahwa itu Pak Untung. Maka saya iklankan ke teman-teman bahwa "di kepolisian Denpasar sedang ada lelang nih, murah-murah". Saya pun menginfokan ke keluarga and teman-teman bahwa Pak Untung (si suami Boss) yang emang seorang Polisi yang menelpon dan menginfokan barang-barang lelang tsb.

Teman bernama Eva minta dipesankan Motor Honda Beat, kemudian teman suami saya Pak Budi minta dipesankan iPad, TV 32" dan BB. Maka saya segera menghubungi seseorang yang saya anggap Pak Untung dengan nomor 0819884404, saya hanya menanyakan apakah barang tersebut masih ada dan belum laku? *karena SMS lelang tersebut sudah lewat hampir 1bulan yang lalu* dan baru tanya begitu, saya langsung dihubungi pas malam Natal dan seseorang (Pak Untung palsu) tersebut memberitahukan bahwa barang tersebut masih ada, diapun menanyakan "Siapa sih yang ingin beli barang tersebut?", saya bilang : "teman saya, Pak", terus dia bilang :"Wah ini lelang bukan sembarang lelang, saya kira kamu yang mau pesan kok malah teman sih? Saya percaya sama kamu makanya saya cuma kirim harga lelang ini ke kamu aja bukan ke orang lain...tapi ya udah deh tidak apa biar saya proses"

Kemudian tiap 2-3 menit si Pak Untung palsu ini menelpon saya terus-terusan, dari mulai menginfokan bahwa Motor Beat tersebut udah include ganti nama, lalu minta dikirimkan data sesuai KTP, kemudian saya belum sempat menuliskan data dia sudah menelpon dan menanyakan "Kok belum SMS saya datanya?", lalu setelah saya SMS nama teman saya, no KTP, dll dia menelpon saya lagi konfirmasi nama teman saya dan tanggal lahir. Eva teman saya yang pesan Honda Beat bilang bahwa bisa bayar lunas besok 2-3hari, maka saya tanyakan ke Pak Untung palsu tersebut "Pembayarannya gimana nih?" , si PAk Untung palsu bilang bahwa " Akh...soal pembayaran gampang entar kan saya infokan, nanti pihak administrasi yang akan menelpon, saya hanya menerima pesanan dari Jovia aja..."

Yah saya percaya aja, toh emang Boss saya (Pak Untung asli) juga baik, makanya tidak memikirkan masalah uang..Lalu beberapa menit kemudian Pak Untung palsu menelpon bahwa "Proses ganti nama sudah beres, dan barang siap diantar nih, nanti bayarnya gampang setelah barang diantar aja dan bisa bayar cash ke kurirnya yah.."

Duh, jadi saya yang gak enak kalau barang diantar tapi belum ada uang buat bayar. Tapi setelah beberapa menit si Pak Untung palsu ini menelpon lagi dan konfirmasi barang-barang yang saya pesan, totalnya adalah 11.500.000, Saya kaget sekali, lho?? bukannya saya baru memesan Motor Beat aja, sedangkan iPad, TV 32" and BB belum saya pesan melainkan saya baru menanyakan brangnya aja masih ada atau tidak. Tapi si Pak Untung bilang bahwa itu tidak apa toh sudah terlanjur masuk catatan dan data ke pihak pelelangan, nanti iPad, TV dan BB nya tidak perlu bayar dulu dan bisa dia bawa pulang kembali, cancel juga tidak apa. Kemudian dia minta 20% dari total Rp 11.500.000 dulu ditransfer ke rekeningnya dan sisanya dibayarkan cash kapan aja...

Tanpa memberikan waktu berfikir, tiap 2 menit dia menelpon terus-terusan dan minta 20% dari total, jadi sekitar Rp 2.5 juta. Tentu aja saya juga harus menelpon temen saya Eva dan Pak Budi yang kebetulan sedang merayakan Natal di Gereja dan minta pembayaran ke mereka 20%. Dan karena dari Eva sudah jelas bahwa dia tidak bisa membayar malam itu juga karena dia tidak punya rekening Bank (uangnya cash dipegang Bapaknya) jadi tanggall 26 pagi paling cepat baru bisa bayar. Sedangkan Pak Budi belum juga angkat telephone karena mungkin masih sibuk di gereja.

Saya bilang ke Pak Untung palsu yang saya pikir Pak Untung beneran bahwa teman saya tidak bisa dihubungi dan belum bisa membayarkan 20%. Tapi dia tetap maksa : "yang pesan kan temen kamu 2 orang, yang penting 2,5 juta kalau yang pesen beat belum bisa bayar yah kan bisa ditalangi oleh temen kamu yang pesan iPad itu...Jangan bikin malu saya donk!! Ini saya di kepemimpinan nih, saya sudah pesankan barang-barang yang kamu pesan dan barangnya siap diantar nih..tolonglah jangan bikin malu saya"

Dan saya juga tidak enak, karena si Pak Untung palsu ini tidak memberikan waktu untuk berfikir...jadi supaya si pembeli terhipnotis maka tiap 1-2menit menelpon terus-terusan minta pembayaran. makanya saya tidak sempat berfikir jernih, saya hanya memikirkan gimana caranya supaya bisa bayar DP 2,5 juta. Saya pun bilang ke Eva, toh mau digimanain juga Eva tetap sama karena dia tidak pegang uang malam itu, sedangkan Pak Budi masih di gereja. Si Pak Untung palsu tersebut terus-terusan menelpon, sudah saya bilang bahwa teman-teman saya sedang ada acara di gereja dan sedang sibuk merayakan natal dia tetep minta pembayaran supaya dia bisa antar barang malam itu juga dan tidak kemalaman.

Si Pak Untung palsu tetep meminta terus-terusan, sampai saya hampir nangis karena dibilang "Gak punya uang berani pesan-pesan barang" Waduh...!!, sudah saya kasih alasan bahwa "Tadi kan saya sudah minta ke Pak Untung -pembayarannya gimana?- karena besok baru ada uang...eh maksa sekarang, ya gimana wong bukan saya yang memesan.."

Terus Pak Untung palsu akhirnya bilang : "Ya udah deh pakai uang Jovie aja dulu deh 2,5 juta yah...", saya bilang "saya gak ada uang segitu Pak malam ini!! toh saya juga tidak mungkin donk nalangin barang milik teman", then dia bilang "Ya kan Jovie yang pesan, tanggung jawab donk, jangan bikin malu saya sama kepemimpinan...Jovie sekarang punya uang berapa?"

Saat yang tepat Pak Budi pun menelpon mau datang ke tempat saya, Pak Budi bilang : "Saya pengen lihat barangnya dulu aja baru saya bayar", saya pun bilang : "OK deh Pak Budi, biar saya telp aja orangnya..Saya tunggu Pak Budi datang yah"

Akhirnya saya bilang ke Pak Untung palsu (sembari menunggu Pak Budi): "Ya udah deh Pak..tunggu 15-30 menit yah saya ke ATM dan transfer uangnya...nanti saya hubungi Bapak lagi!!"

Si Pak Untung palsu yang 2-3menit nelepon terus-terusan akhirnya dia diam tidak menghubungi dalam beberapa menit sampai Pak Budi datang. Kemudian saya cek nomor lama Pak Untung dengan nomor cantik 12 digits 081999***555 kaget juga ternyata masih aktif, lalu saya menanyakan ke Pak Untung yang asli "Pak, maaf mengganggu cuma mau konfirmasi aja -apa benar nomor hp Pak Untung ganti jadi 08199884404? Apa benar Pak Untung di kantor sedang ada lelang barang-barang elektronik murah?"
Si Pak Untung asli bilang : "gak ada Mbak Jovie...gak ada jual-jual barang, no hp saya juga gak ganti tetep nomor ini,"
Saya juga menanyakan posisi Pak Untung dimana? Ternyata Pak Untung di rumah sedang bersama istri dan anaknya, padahal Pak Untung palsu bilang sedang di kantor dan siap mengirimkan barang-barang yang saya pesan...

Walah...berarti seseorang yang maksa minta transfer uang adalah PENIPU bukan Pak Untung asli..DASAR!! Pantas aja, kantor polisi tempat Pak Untung kerja kan dekat tempat tinggal saya, ketika tadi saya minta lihat barang-barangnya dia tidak kasih saya lihat bahkan dia siap antar barangnya ke tempat saya nanti bisa dilihat barangnya jadi saya tidak perlu ke kantor yang penting DP 2,5 juta dulu, then Pak Untung asli memanggil saya : "MBAK" dan selalu tertawa jika berbicara, tidak memanggil saya dengan : YOVIE..Jadi Pak Untung asli suaranya tetep halus dan sopan tidak memaksa dan memaki dan tidak tegas banget...

Dalam waktu 20 menit setelah menelpon terakhir akhirnya Pak Untung palsu 0819884404 yang berniat menipu itu menelpon lagi dan menanyakan DP 2,5 juta ke saya, lalu saya bilang "Halo Pak Untung yah..Boleh saya tanya Pak? Nama Istri Bapak siapa namanya? dan nomor lama Bapak berapa?" terus si Pak Untung palsu malah marah-marah dan bilang "Ngapain kamu tanya tanya istri saya? Apa kamu tidak percaya sama saya Jovie?"
Lalu saya bilang "Pak..kantor Bapak kan dekat sini...barang-barang siap diantar kan? biar saya lihat barangnya dulu...ini ada uang cash, kalau sudah lihat barangnya langsung saya bayar...Bisa?"

Di Luar dugaan, si penipu malah makin ketahuan jati dirinya, dia malah memaki-maki dan bilang : "Dasar kamu tidak punya otak!! Cuma merepotkan dan bikin malu saya!!". Lalu dia juga SMS kata-kata makian. Lalu dia menelpon lagi dan memaki-maki saya lagi, maka saya jawab "Hei..kamu kali yang gak punya otak? dasar penipu!! Istri Anda dekat dengan saya, posisi Pak Untung asli sekarang di rumah dan tidak di kantor, sekarang bukan jam kerja UDAH MALAM Pak..." lalu dia tutup telepon. Dia mengirim sms maki-maki lagi, maka saya jawab "Dasar penipu!! Pak Untung teman saya tidak ganti nomor Pak...Anda penipu!!!

Begitu ceritanya teman-teman dan pembaca semua, jadi triknya yah kira-kira seperti itu, mengaku sebagai teman dekat (supaya kita merasa gak enak jika tidak membayar), mengaku sebagai polisi (supaya kita sungkan untuk mengecek keberadaan dan posisinya), mengaku bahwa barang siap diantar dan bisa melihat barangnya setelah DP bahkan bersedia mengembalikan barang jika barang yang dia antar tidak cocok (agar kita cepat membayar dan tidak melihat barang terlebih dahulu), menelpon terus-terusan tiap 1-3menit meskipun dengan kata-kata yang tidak penting (agar kita tidak punya waktu untuk berfikir jernih). So, mohon di share ke teman-teman agar tidak tertipu.

Perlu diketahui juga bahwa penipu ini cerdik dan professional serta punya kerja tim yang lumayan, mereka ada dimana-mana. Mereka ada tim yang membuat KTP palsu, ada tim yang membuat rekening tabungan (dengan KTP dan alamat palsu), ada tim yang menelpon korban, ada tim yang mencari nomor cantik (agar korban percaya), ada tim yang mencari barang-barang sedang trend untuk menarik minat konsumen dan promo via internet/SMS, dll. Polisi pun belum bisa menangkap mereka, toh jika ditelusuri via alamat yang tertera saat membuka rekening di Bank maka alamat dan namanya adalah palsu...Jadi, perlu di share di blog, FB, atau mana aja agar tidak makin banyak korban-korbannya.

Oh ya sebelum pamit...ini no rekening si PENIPU :
BNI an. AAN, no rekening 0260405884.
BCA an. RIO SAPUTRA, no rekening 0321767515

Untuk rekening BCA diatas sudah terblokir oleh BCA karena saya sudah melaporkan, tapi untuk no rekening BNI belum saya laporkan..

Related Posts by Categories




Photobucket
This entry was posted on Friday, December 28, 2012 and is filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Post a Comment