Author: Jovie Dhy
•Friday, November 30, 2012
BB disini bukanlah Bau Badan melainkan Blackberry..Tapi kalau Bau badan Say No juga lho..:D,sebeum saya menulis lebih lanjut.. Maaf buat RIM dan pemakai blackberry Maniac, jika maybe post saya kali ini menyinggung perasaan Anda, post ini saya tulis hanya untuk share aja, buat pemakai Blackberry mania, post ini tidak ditujukan untuk Anda yah...hihi.

Oh ya, di post saya yang lalu punya blackberry untuk bisnis atau sekedar gengsi? Untuk jawabannya, seperti yang saya lihat adalah : "sekedar gengsi", karena jika punya blackberry, bisa berbagi PIN, trus mereka merasa bangga. Jika 7 dari 10 orang memakai blackberry, kemungkinan besar 2 lainnya akan ikutan pakai, dan 1 yang gak memakai... Saya kerja di kantor pertama hanya manager yang pakai BB, di kantor ke 2 hanya manager juga, kantor ke tiga : beberapa karyawan dan manager tentunya...(sebagian besar karyawan tidak memakai, jadi balckberry masih minoritas) namun dari si karywan yang cerewet dan mengunggul-unggulkan Blackberry lalu mengiming-imingi kehebatan Blackberry, maka 2 orang lainnya akhirnya ikutan, berkali-kali si karyawan tersebut memintaku memakai BB, but Sorry..I have to say NO!! hingga saat ini..

Lalu saya pindah kantor lagi, justru semua karyawan dan Boss memakai blackberry kecuali saya, karena dari dulu saya tidak tertarik dengan Blackberry, meskipun sang Boss and beberapa karyawan bertukar PIN, lebay.. sedangkan saya diam aja saat mereka respons status dari BBM. saya tidak terbujuk rayu sedikitpun, katanya sih dengan BBM komunikasi lebih mudah. So what gitu lho Boss?

Akhirnya si Boss meminta saya memakai BB miliknya yang tidak dipakai..jadi selama bekerja saya diminta memakai BB tersebut. Waw gile pulsanya, meskipun saya memakai paket yang paling murah Rp 50.000 hanya berlaku buat chat aja, gak bisa browsing, dll. Sedangkan BBM sering lemot nyampainya, karena lemot inilah kami kadang salah paham..contoh sederhana saat saya membawa teman saya yang kecelakaan ker Rumah Sakit, saya mengirim BBM meminta izin jam 8.30 pagi jadi saya kemungkinan besar akan terlambat sampai kantor. Jam 10 pagi Boss baru respon dan dia mengira saya baru minta izin jam 10 pagi tersebut...(kena omel deh) padahal jam 10 saya sudah tiba di kantor. Lalu pas kita mau meeting, Saya BBM 10 menit sebelum tiba di restoran eh sampai di restoran belum juga ada respon dari Boss, lalu saya menelpon sang Boss menanyakan posisi, then sekitar 10 menit kemudian Boss baru lihat ada pesan masuk (BBM dari saya tadi), so...sudah paket BBMnya mahal, karena nyampainya lemot pulsa telepon and sms kena juga deh..podo wae boros. Then hal lainnya, saya sering dapat complain dari customer pas dia nanya-nanya tapi saya gak respon..padahal nanyanya kemarin sore nyampainya pagi besoknya, saya jawab besoknya deh..ealah ternyata udah kadaluarsa saya replynya.

Beda banget ama Android yang saya pakai sekarang ini, tanpa BBM-an saya bisa Whatsapp ama customer2, and juga bisa browsing sesukanya. enaknya lagi YM-nya itu akan ke copy semua pesan meskipun saya pindah dari laptop ke hp or sebaliknya, sewaktu saya memakai BB Boss dulu...jika YM ama customer malamnya and baca yang dia pesan, paginya proses memakai internet kantor and lanjut YM ama customer, semua Chat yang ada di Bb tidak terbaca di YM computer jadi saya harus log out dulu dari komputer dan log in di BB untuk membaca pesan yang lalu.

Selain lemot, baterai juga cepat habis...malu2in banget kalau kemana2 harus bawa charger dan pastinya NUMPANg ngCHARGE.
Jika memakai full service, buat browsing gak nyaman..selain lemot juga layarnya tidak sejernih hp-hp android
Banyak broadcast message, yah karena BBM udah mahal min. 50rb/bulan daripada nganggur bisa dipakai buat broadcast message.

Saya memakai android jika tidak untuk online laptop dan HP, Rp 20.000/bulan masih sisa kuota yang cuma 500MB, itu udah browsing, push email, download2 image, whatsapp, ym, dll. Untuk sekarang ini memakai kuota yang 2GB karena saya ngeblog tinggal nyalakan WIFI dari HP (menu hotspot dari HP, kemudian find network di laptop akan terlihat nama Hotspot dari Hp saya..Jika teman-teman lebih suka mengisi pulsa internet di modem laptop dan share wifi ke Hp, saya lebih memilih dari Hp ke laptop karena laptop tidak praktis dibawa kemana-mana karena ukurannya besar, sedangkan HP bisa saya bawa kemana-mana. ), and bisa deh nulis :) Bayangin jika memakai BB..full service 100rb tidak bisa di share dengan laptop, jadi laptop harus memakai internet sendiri, jadi sebelum memakai android saya selalu isi pulsa modem, isi pulsa Blackberry Boss, pulsa HP untuk nelpon dan SMS. Pengeluaran minimal sekitar Rp 300.000/bulan. Untuk sekarang ini antara Rp 100.000-Rp 150.000 udah all in..Asyik kan?

So, sebelum pamitan nulisnya...saya copy duluatrtikel di yahoo "alasan meninggalkan Blackberry" tulisannya Gelar Pradipta Utama sbb :

Mengapa saya mengucapkan selamat tinggal BlackBerry? Berikut alasannya.

1) Jaringan sering bermasalah
Dua tahun lebih saya menggunakan BlackBerry sebagai perangkat utama, dua tahun pula saya harus berurusan dengan jaringan BlackBerry yang sering kali bermasalah. Entah siapa yang salah — operator lokal atau jaringan BlackBerry — komunikasi melalui BlackBerry Messenger kerap tersendat.
Akibatnya, pesan yang saya kirim lambat sampainya, mengakses Internet pun susah bukan main. Email? Sering tidak masuk.
Padahal sebagai pengguna BlackBerry, koneksi Internet adalah tumpuan utama komunikasi. Tanpa Internet, apa gunanya saya pakai BB? Hampir tidak ada.

2) Ketergantungan pada BBM
Saking banyaknya BlackBerry digunakan, BlackBerry Messenger (BBM) menjadi alat komunikasi utama, menggantikan telepon. Alasannya mudah saja, BBM jauh lebih mudah dan murah dibanding telepon.
Banyak orang menganggap nomor telepon adalah perihal pribadi, namun tidak PIN BBM. Mereka lebih nyaman membagikan PIN BBM daripada memberikan nomor telepon.
Padahal BBM ternyata bukan tanpa cacat. Seperti saya sebutkan di poin satu, BBM juga sering mengalami masalah. Pengiriman pesan di BBM sering mengalami keterlambatan (pending messages) yang membuat gusar, apalagi jika dalam keadaan darurat.

3) Semua benci Broadcast Message
Pernahkah Anda menerima BM berisikan "Test Contact, pls ignore.", atau "Teruskan pesan ini jika tidak kamu akan melarat seumur hidup", atau "Add temen aku yah, Joni, 21, ganteng!"?
Entah teknologi yang terlalu canggih, atau masyarakat Indonesia yang terlalu, ehm, kreatif. Fitur Broadcast Message yang memungkinkan Anda mengirim pesan ke seluruh kontak, sering disalahgunakan.
Bagi beberapa orang, mungkin hal semacam ini lucu, tapi saya tidak. Bayangkan bila 10 orang senantiasa terus-menerus mengirim pesan semacam ini setiap hari. Tidakkah kamu merasa terganggu?
Ada yang bilang, smartphone harus dimiliki oleh smart user (pengguna pintar). Namun sayangnya, untuk membeli smartphone orang tidak perlu ikut ujian terlebih dahulu.

4) Spesifikasi perangkat terbatas
Masalah klasik BlackBerry adalah spesifikasi mesinnya yang terbatas. Untuk informasi, seluruh aplikasi di BlackBerry akan disimpan di dalam memori internal, bukan eksternal alias kartu memori.
Bayangkan sebuah mesin yang harus bekerja keras menjalankan begitu banyak aplikasi, namun hanya diberikan kapasitas otak kecil. Tak heran perangkat BlackBerry sering hang, dan kadang terasa panas.
Solusinya adalah mengutak-atik sistem operasi bawaan BlackBerry — dengan mematikan banyak fungsi dan sistem yang sebenarnya tidak dibutuhkan seperti pilihan bahasa, ringtone, dan software bawaan. Teknik yang lebih dikenal dengan nama “shrink OS” ini tidak mudah dilakukan sendiri. Salah-salah BlackBerry kamu bisa mati total.

5) Minim inovasi
Entah karena inovasi dari RIM yang kurang, atau memang kebutuhan pengguna yang tidak meningkat, BlackBerry jarang sekali melakukan inovasi signifikan pada setiap perangkat barunya.
Berbeda dengan kompetitor, RIM seakan sadar betul bahwa tanpa perlu menambah kamera menjadi 10MP, atau kapasitas memori jadi 2GB, pengguna mereka akan tetap setia.
Konsumen BlackBerry umumnya membeli BlackBerry jenis terbaru hanya karena faktor gaya saja. Jarang yang membeli BlackBerry karena prosesornya lebih canggih, atau kameranya lebih bagus, atau OS-nya baru (malah sangat sedikit di antara mereka yang tahu bedanya OS BlackBerry).

6) Fungsinya bisa didapat di ponsel lain
BlackBerry bukan satu-satunya telepon seluler di dunia ini. Bahkan, BlackBerry bukan satu-satunya ponsel pintar. Hampir seluruh fungsi yang dijalankan BlackBerry dapat dijalankan juga di ponsel pintar lain.
Telepon, SMS, email, jejaring sosial, kamera, merekam video, hingga mengedit foto bahkan bisa diproses dengan lebih baik di ponsel pintar lainnya. Sebut saja iPhone yang dapat mengambil foto dengan kualitas lebih tinggi. Dan Samsung Galaxy yang memiliki prosesor dengan kapasitas proses jauh di atas BlackBerry.
Salah satu fitur populer BlackBerry, BBM pun bukan tanpa kompetitor. Di saat RIM masih bergelut dengan lambatnya koneksi lokal, beberapa layanan di luar BBM semakin berkembang. Sebut saja Line, WhatsApp, Skype, KakaoTalk, hingga Yahoo! Messenger.

So, jika Anda mempunyai blackberry hanya sekedar Gengsi, tidak terlalu penting or bukan untuk urusan bisnis, segera jual Blackberry Anda sebelum Blackberry gak laku lagi, karena makin banyak smartphone yang fasilitasnya lebih OK daripada blackberry. For me, beli Blackberry just Waste Money..so, I have to say NO to Blackberry!!

Related Posts by Categories




Photobucket
This entry was posted on Friday, November 30, 2012 and is filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Post a Comment