Author: Jovie Dhy
•Tuesday, December 13, 2011
Jujur aja selama 5 tahun di Hongkong tidak ada sedikitpun keinginan untuk memiliki Blackberry (BB) meskipun Banyak penawaran murah dengan harga Super Diskon dari berbagai Operator di Hongkong (People, 3, Smartone, dan Layanan Operator Seluler lainnya), meskipun juga pra sales menjelaskan keuntungan-keuntungannya tapi tetap aja diriku gak tertarik. Dari tahun 2004 sejak Blackberry masih hitam putih dan di design slide dengan keypad Qwerty seolah-olah memiliki Laptop saku sampai dengan Model QWERTY seperti sekarang ini, bahkan model-model Touchscreen..Tetep aja diriku gak tertarik ama BlackBerry. Rasanya kayak buang-buang uang jika membeli Blackberry. So, selama di Hongkong yang diriku beli NEC 3G(pas awal2nya keluar 3G, Nokia berkali2, LG calm sell murah, LG Touchscreen, dan beberapa Model Hp terbaru *pas lagi punya duit*).

Kalau i-Phone sih sebenarnya pengeeeeen banget dari awal iPhone keluar, tapi di Hongkong sewaktu diriku kembali ke Tanah Air harga masih di bandrol 5 jutaan, dan kaget aja setelah pulang dan nyampe di Indonesia teryata teman beli 11juta..Waduh, nyesel deh kenapa gak beli iPhone di Hongkong waktu itu. Karena sewaktu di HK, aku pikir jika membeli iPhone, uang lebih baik ditabung dan buat kebutuhan yang lebih penting, jadi mungkin emang belum saatnya punya iPhone :).

Then, sebenarnya setelah melihat kanan kiri dari daerah satu ke daerah lain, dari tempat kerja satu ke tempat kerja lain..ternyata diriku menemui orang-orang yang merasa bangga jika mempunyai BlackBerry, kemudian berbagi PIN..terus narsis-narsis an via BlackBerry. Dan ternyata, jika punya BlackBerry merupakan Gengsi tersendiri dan menaikkan derajat sosial seseorang :), emang aneh. DI Luar Negeri BlackBerry gak laku malah di Indonesia laku banget.

Sekarang inipun, di kantor yang gak punya Blackberry cuma diriku seorang..kata Boss jika punya Blackberry akan lebih mudah berkomunikasi, then..akhirnya si Boss menyerahkan salah satu Blackberry miliknya kepadaku *untuk urusan Bisnis* agar mudah berkomunikasi. Jadi, selama beberap bulan ini aku memakai Blackberry *bukan punyaku sendiri, tapi fasilitas kantor*, Fisiknya emang lumayan imut Blackberry Curve yang aku pegang sekarang ini, namun Ketika aku buka bagian baterai nya dan bagian dalamnya, "Oalah...Ternyata modelnya kayak HP-HP China (maaf), Beda banget ama Nokia/LG or HP lainnya yang pernah aku punya, and untuk Baterai nya juga kayaknya gak ada yang bertahan lama, setelah saling curhat ama temen-temen pemakai Blackberry..mereka harus bawa Charger kemanapun pergi, diriku sendiri akhirnya juga sama...and sering numpang nge-charge di Restoran/rumah makan :), padahal Harga Blackberry lumayan mahal.

Apa sih kelebihan BlackBerry? Kalau boleh aku akui...kelebihan satu-satunya karena bisa BlackBerry Messenger ato terkenal dengan BBM antar pengguna BlackBerry yang katanya sih pulsa lebih irit..Padahal pada kenyataanya? Untuk pakai paket BBM aja per bulannya yang paling murah bukan Full Service 50rb diluar Pulsa SMS/Telepon, itupun kadang BBM antar pengguna BlackBerry nyampainya Lemot, so akhirnya tentu aja pulsa SMS/Telepon dikeluarkan juga. Terus, via BBM juga banyak sekali Hoax yang beredar, tanpa sumber yang jelas ada Broadcast menakutkan yang *katanya* harus disebarkan agar menolong banyak orang, dll. *diriku sih males nyebarin hoax2 gitu :(*.. Hoax2 tersebut muncul maybe dari beberapa gelintir orang yang mengambil data dari internet tanpa melihat lebih lanjut kebenarannya kemudian disebarkan via BBM, Karena Paket BB yang udah bayar per bulan daripada gak dipake kan sayang jadi mendingan buat nyebarin Hoax.

Tadi sempat baca di Kompas : Mitos seputar Blackberry then tentu aja aku juga baca koment-komentnya...salah satunya adalah sbb :

Loveuall
Jumat, 9 Desember 2011 | 16:27 WIB
setuju emang penjualan bb naik tapi hanya di indonesia....di negara2 lain dah gak laku...karena penduduk mereka lebih melek teknologi. tau bedanya the real smartphone dengan yg abal2


Then sempet juga baca blognya HendrapanicBlackberry, Adroid dan Penyesalan.

Sekarang ini jujur aja diriku sedang bingung, karena sudah mendekati melahirkan..sedangkan BB yang aku pegang adalah fasilitas kantor jadi jika aku ingin fokus ke anak dan resign, gak mungkin tetep memegang Blackberry kantor. Tapi, meskipun fokus ke Baby tentu aja para customer masih berkomunikasi via BB karena itu lebih mudah untuk mereka. Nah...diriku masih bingung apakah mau membeli Blackberry meskipun hatiku gak setuju? Tapi, mau gak mau karena udah terlanjur terikat oleh banyak customer dan partner kerja dari jauh, aku harus punya BB..Duh bingung..
Seandainya ada BB seharga HP China..or LG Touchscreenku bisa dipasangi PIN BB..tentu diriku gak harus pusing memilih..:(

Related Posts by Categories




Photobucket
This entry was posted on Tuesday, December 13, 2011 and is filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Post a Comment